Selasa, 13 Agustus 2013

Smile, Aoi-kun! ::the GazettE Fanfic:: [Chapter 9]

Disclaimer: PS Company, Under Records
Fandom [s]: the GazettE
Pairing [s]: AoixOC, and maybe some 'BL'
Warning: OOC (of course), typo [s], a little bit Boys Love. If you don't want that, please click 'back' button 'cause I don't want hear/see any FLAMES~ n_nv



Enjoy!
Previously on "Smile, Aoi-kun!"

Tepat di luar, di depan kamar Aoi, Kallen bersandar di dinding dengan handphone melekat manis di telinga kirinya.

"Siapkan segalanya besok. Selidiki perempuan bernama Sakura itu. Aku tidak ingin ada penghalang siapapun. Aku akan ke Jepang besok." Ucap Kallen mengakhiri telepon.

Ia menggeser layar handphone-nya menunjukkan foto seorang perempuan cantik bernama Sakura.

"Well hello Sakura-chan. Aku akan segera menyusulmu ke Jepang. Kau tidak akan kubiarkan menghalangiku~"

==x==

Sakura dan Kai sudah tiba di Jepang. Rencana mereka untuk pulang malam dimajukan menjadi siang karena Sakura merasa ada yang tidak beres di Jepang. Sakura segera pulang ke apartment-nya. Sedangkan Kai pulang ke rumah Jepangnya.

Sesampainya di apato, Miku langsung memberi tahu bahwa Tora dan Hiroto ke apato-nya dua hari yang lalu. Dengan cekatan ia langsung berlari menuju apatonya, menaruh tasnya dengan sembarangan dan tidak sabar ia berlari menuju lantai tiga, dimana apato Aoi berada.

"Hosh hosh.." Nafas Sakura memburu.

Ia berjalan perlahan menyusuri deretan kamar di lantai tiga dan mendapati seorang perempuan cantik berdiri di depan kamar Aoi. Tubuhnya bersandar dengan santai di tembok apato Aoi.

"Etto-"

"Kau Sakura?" tanya wanita itu. Sakura mengangguk.

"Selamat siang, aku Kallen." Sapa wanita itu.

"S, Sakura." Balas Sakura gugup.

"Aku tunangan Aoi. Aku datang ke Jepang khusus memberitahukan beberapa hal padamu." Sakura tidak kaget dengan semua ini. Sebelumnya Kai menceritakan banyak hal soal pertunangan Aoi.

"To the point saja, berhentilah memikirkan Aoi. Aoi sudah jadi milikku. Ia akan menikah denganku minggu depan. Aku tidak akan segan-segan menyakitimu walau umur kita sama. Dan satu hal lagi, menjauhlah darinya." Ucap Kallen tegas.

"..." Sakura terdiam.

'Hell,cewek ini benar-benar mengerikan. Aku mengerti sekarang kenapa Aoi tidak ingin hidup bersamanya.' Batin Sakura. Sakura menutup mata.

"Hhh... Aku secara tegas mennyatakan tidak akan mundur. Aku tidak peduli kalau aku disakiti olehmu. Perasaanku pada Aoi-senpai tidak main-main. Aku mencintainya. Aku tidak akan mundur hanya karena kau mengancamku seperti ini." Balas Sakura tegas.

Sakura beranjak dari sana. Ia berjalan menjauhi Kallen yang mendecih kesal. Kallen memukul tembok yang ada di belakangnya.

"Lihat saja nanti, Sakura Adeleine!"

==x==

Hari-hari berjalan dengan damai bagi Sakura. Padahal ia khawatir karena ia sudah menyatakan perang pada Kallen. Anggota OSIS lainnya sudah mendapat penjelasan dari Kai. Sekolah akhirnya memindahkan Kai ke kelas XII. Tentu saja semua ini membuat anak kelas X lainnya terkejut.

Meski Sakura tidak memiliki teman lagi, ia tetap tidak kesepian karena ada OSIS yang menemaninya. Tetapi dalam lubuk hatinya ia sangat merindukan Aoi. Ia selalu menunggu sosok itu pulang ke apato-nya, makan bersama dirinya, melakukan semua hal bersama.

-Aoi's Place-

"Nii-chan!" panggil Kazi. Ia tampak sangat panik.

"A, ada apa Kazi?" tanya Aoi.

"Aku baru sadar! Kallen menghilang selama tiga hari ini!"

"Kau ini bagaimana sih. Dia kan memang sedang pergi entah kemana. Dan itu bukan urusanku."

"Tapi nii-chan! Beberapa maid mengatakan KALLEN KE JEPANG!" seru Kazi. Mata Aoi membulat sempurna.

"J, jangan bercanda Kazi!"

"Aku tidak bercanda Nii-chan! Tou-san juga mengatakan bahwa Kallen pergi ke Jepang untuk 'berlibur'!"

"Tunggu dulu, Kazi! Dari mana Tou-san tahu soal Sakura?" tanya Aoi. Terbayang dipikirannya kejadian beberapa malam yang lalu. Kazi tampak berfikir serius.

"Nii-chan..."

"A, ada apa?"

"Teman Kallen adalah Hacker kecil-kecilan. Ia mampu meretas laptop atau handphone Nii-chan meski ia tidak menyentuhnya." Ucap Kazi.

"DAMN!" umpat Aoi. Ia segera mengeluarkan handphone-nya dan mengetikan sebuah nama.

'Tuuutttt tuuut'

.

.

"Halo?"

"KAI! Mana Sakura?"

"E, etto, tadi baru saja pulang."

"Kau dimana?"

"S, santai Aoi... Aku di halaman sekolah. Kenapa?"

"KALLEN DI JEPANG! IA TAHU SOAL SAKURA! LINDUNGI DIA!" teriak Aoi. Kai diseberang sana tampak shock dan menutup telepon.

==x==

Kai berlari mengejar Sakura. Sementara gadis itu sudah mencapai zebra cross. Reita, Ruki, dan Hiroto yang melihat Kai menatap pemuda itu heran. Kai terlihat sangat ketakutan. Ia berlari secepat yang ia bisa. Perasaanya jadi tidak enak.

"SAKURA!" teriak Kai.

Tepat sebelum Sakura akan menyebrang ia menoleh ke belakang. Kai mencoba menarik Sakura mundur tapi terlambat, sebuah Sedan yang terlihat cukup mahal dengan kecepatan tinggi melaju kearah Sakura.

Gadis itu hanya pasrah saat merasakan tangan Kai menarik lengannya dengan kasar dan merasakan benda keras menghantam sebagian tubuhnya. Ia memekik kecil dan ambruk ke arah Kai.

'CKIIT!'

"ARGHH!"

'BRAAAAKKK!'

"SAKURA!"

.

.

.

.

Aoi berjalan mondar-mandir di dalam kamarnya. Ia tampak sangat gelisah. Berkali-kali ia mengecek handphone-nya. Atau bahkan menelpon seseorang.

"B, bagaimana?" tanya Kazi.

"Kai tidak mengangkat telpon-nya." Jawab Aoi semakin khawatir. Perasaanya benar-benar tidak enak.

'Step by step kimi to deatte toki wo wasurete odoriakashita
Hoshi
 ni yadoru unmei woshirazuni I can't stop falling love' (LM.C-Oh My Juliet)

"Onii-chan, hapenya bunyi!" seru Kazi. Aoi dengan terburu-buru mengangkatnya.

"H, halo?"

"Aoi?" tanya suara di seberang sana.

"R, Reita? Ada apa?"

"Ano...Sakura dan Kai mengalami kecelakaan."

"WHAT?"

"Sebuah mobil sedan melaju kencang saat Sakura akan menyebrang. Beruntung Kai dapat menariknya. Keduanya selamat. Kai luka ringan. Hanya lecet. Sedangkan Sakura terluka lumayan parah.Kakinya harus diperban dan ia diperkirakan tidak dapat berjalan dengan baik selama seminggu.Tangan dan tubuhnya juga luka-luka dan memar." Lapor Reita. Aoi menggeram marah.

"Boleh aku bicara dengan Sakura?" tanya Aoi.

"Sure." Reita memberikan teleponya ke Aoi.

"Chibi?..." panggil Aoi.

"Apa sih! Belum apa-apa sudah panggil chibi!" omel Sakura. Aoi tersenyum lembut.

"Yokatta."

"EH? Kau kenapa?" tanya Sakura tanpa dosa. Seolah tidak terjadi apapun.

"Yokatta kau selamat Chibi. Kalau kau mati, aku akan kehilangan pelayanku." Balas Aoi.

"Senpai jelek!" seru Sakura.

"Ahaha gomen gomen! Aku hanya bercanda kok! Kau baik-baik saja?"

"Ya.Hanya luka ringan kok."

"Luka ringan apanya sampai tidak bisa berjalan."

"Tehe! ~tenangsaja~ Aku ini kuat kok!"

"Kau ini perempuan Sakura... Berikan telponnya pada Kai." Perintah Aoi.

"Iya,iya,TUKANG PERINTAH." Balas Sakura.

Aoi hanya terkekeh mendengar omelan Sakura. Ia merasa sedikit terhibur oleh ocehan gadis itu. Suara Kai terdengar di seberang sana. Kai menceritakan detail kejadiannya pada Aoi. Aoi hanya menanggapi semua itu dengan geraman halus tanda ia marah.

"Oke, thanks Kai..."

"Yup,sama-sama."

"Kai."

"Ya?"

"Titip Sakura ya..."

"Keh,tidak kau suruh pun aku akan menjaganya. Sebaiknya kau pikirkan cara untuk pergi dari NewYork. Tuan putri sudah lelah menunggu."

"Kalau aku bisa Kai. Doakan aku."

"hn~"

==TBC==



Tidak ada komentar:

Posting Komentar