Disclaimer: PS Company, Under Records
Fandom [s]: the GazettE
Pairing [s]: AoixOC, and maybe some 'BL'
Warning: OOC (of course), typo [s], a little bit Boys Love. If you don't want that, please click 'back' button 'cause I don't want hear/see any FLAMES~ n_nv
Enjoy!
Previously on "Smile. Aoi-kun!"
Terbesit satu nama yang sangat ingin ia hubungi. Tetapi ia tidak mampu berkata apapun jika harus bertemu atau bertelepon dengan gadis itu. gadis yang sudah mencuri perhatiannya. Maka ia memutuskan untuk menelpon seseorang yang setidaknya dekat dengan gadis itu. ia tak peduli apakah tagihan telepon bulanannya bakal melonjak.
'tuutttuuuutt'
.
.
.
'Trek!'
"Halo?"
"Kai, aku ingin bicara denganmu..."
==x==
Hal pertama yang dilihat Sakura pagi ini adalah atap kamarnya sendiri. Ia bangkit dari tidurnya dan menatap jam weker yang menunjukkan pukul delapan lebih lima belas menit.
'Akubolos.' Batin Sakura. Ia meraih Handphone-nya dan mengetikan nama Rame.
To: Rame-tan
Nee, Rame-san! Gomen T^T aku hari ini dan besok izin tidak masuk. Aku ada urusan keluarg/ ceritanya panjang aku sekarang ada di Italia. Sesampainya di Jepang aku akan memberitahumu.
==x==
"BuonGiorno(1), Sakura." Sapa Timotheo. Sakura membalasnya dengan tersenyum saja. Di meja makan sudah ada Kai dan Timotheo sendiri.
"Kanae-san, tolong bangunkan Misaki." Perintah Timotheo pada maid di sebelahnya. Maid bernama
'Kanae' hanya mengangguk dan berjalan menuju tangga.
"Ohayou (2) Sakura." Sapa Kai.
"Yeah. Ohayou." Balas Sakura. Kai menatap Sakura dengan pandangan tidak enak. Sakura yang merasa diperhatikan hanya melempar pandangan tidak mengerti yang kemudian dibalas dengan gelengan pelan.
"Ada apa dengan kalian berdua?" tanya Timotheo heran. Sebelum mereka dapat menjawab, sebuah deheman pelan memutus suasana pagi itu.
"Jadi, ini Sakura?" Tanya Misaki.
Misaki adalah seorang wanita paruh baya yang sangat cantik. Wajahnya tidak menunjukkan bahwa ia berumur 45 tahun. Dandannya sangat rapi. Rambut diurai dihiasi dengan pita putih sederhana, dress putih yang lembut, dan tidak lupa sepasang sepatu putih menambah nilai lembut dan keibuannya.
"O, ohayou Kaa-san." Sapa Sakura canggung. Misaki tertawa pelan dan menepuk kepala Sakura.
"Tidak perlu gugup Sakura-chan. Kau juga putriku!" ucap Misaki. Sakura tersenyum dan diam-diam dalam hati ia bersyukur dapat kembali merasakan namanya 'sarapan bersama keluarga'.
==x==
Aoi sudah memakai Tuxedo hitamnya. Sementara Kazi terlihat sangat cantik dengan dress biru lengkap dengan satinglove-nya.
"Onii-chan..." Bisik Kazi.
"Ada apa Kazi?" Balas Aoi sambil memaksakan senyuman.
"T, tidak perlu seperti ini... Aku tidak ingin melihat Nii-chan bersama dengan Kallen..." Ucap Kazi lirih.
Aoi memeluk adiknya penuh kasih sayang. Aoi sendiri juga tidak ingin melanjutkan pesta pertungangan ini. Tetapi apa daya, ia tidak ingin adiknya tersakiti lebih dari ini.
"Kazi, sudahlah! Aku baik-baik saja. Ayo, para tamu sudah menunggu." Hibur Aoi.
'toktoktok'
"Aoi, besiaplah. Kazi ayo ikut dengan Kaa-san." Ajak Sayaka yang muncul dari balik pintu. Keduanya mengangguk dan melanjutkan peran masing-masing.
==x==
"Selamat datang para hadirin sekalian." Sapa Ayah Aoi.
"Hari ini kami akan mengumumkan berita bahagia. Hari ini putra sulung saya akan bertungangan dengan Kallen Yunita Alexandria, salah satu super model di agency saya." Sambung Masato. Semua orang yang berada di dalam aula itu bertepuk tangan.
Acara dimulai dengan penampilan beberapa model unggulan agency itu. Semua acara malam itu berjalan dengan mulus. Semua tamu terlihat sangat menikmati pesta ini. Terkecuali Kazi dan Aoi. Kazi hanya memaksakkan senyum saat beberapa teman sesama anak konglomerat menyapanya. Sedangkan Aoi hanya duduk di balkon, mencoba memenuhi rongga dadanya dengan udara segar.
Falshback
"Kai, aku ingin bicara denganmu. Apa kau ada waktu?" Tanya Aoi di telepon.
"Tentu.BicarasajapadakuAoi.ApainisoalSakura?"
"Mungkin..."
"Tell me."
"Besok aku akan bertunangan. Tou-san memaksaku untuk menikah dengan gadis yang seumuran dengan Sakura tetapi kelicikan 100% diatas Sakura. Aku... Secara pribadi menyatakan bahwa aku membencinya." Ungkap Aoi.
"APA?Kau akan...Bertunangan?Bagaimana dengan Sakura?"
"Aku tidak tahu Kai! Makanya aku butuh bantuanmu!" Seru Aoi.
"Apa aku boleh memberitahukan hal ini padanya? Kurasa hanya ini yang bisa kulakukan."
"..."
"Aoi?"
"Jika waktunya tepat kau boleh memberitahunya."
"Okay. Ah, iya! Sakura tampak seperti boneka hidup sejak kita terakhir bertemu.Aku tidak tahu kenapa dia jadi seperti itu."
"Sejak terakhir kali bertemu?..."
"Ya. Sejak meninggalkan Jepang ia lebih sering diam dan melamun. Kurasa...Ia terus memikirkanmu."
"Keh, semoga saja."
Flashback off
"Sedang apa Aoi-chan?~" Sapa Kallen sambil memeluk leher Aoi dari belakang. Aoi dengan segera menepisnya.
"Jangan terlalu akrab denganku." Sergah Aoi.
"Aih, kau jahat sekali~ Aku takut~" ucap Kallen.
"Tingkahmu membuatku mual Kallen." Balas Aoi malas.
"Kau tidak boleh bersikap seperti itu pada tunanganmu~"
"cih."
Kallen hanya tersenyum penuh kemenangan setelah menggoda Aoi. Gadis itu pergi meninggalkan Aoi, kembali ke gemerlap dunia sosialita. Sementara Aoi masih tetap di sana, terpaku menatap langit malam.
==x==
"Sakura, mau menemani kami?" Ajak Misaki sambil memakai topi putih-nya.
"Kemana?" tanya Sakura.
"Papa dan Mama ingin pergi berbelanja sebentar. Kau dan Kai bisa ikut." Jelas Timotheo. Sakura menggeleng.
"Aku masih lelah setelah penerbangan kemarin. Tidak apa-apa 'kan kalau aku tidak ikut? Aku ingin istirahat." Tolak Sakura halus.
"Baiklah dear. Nanti kami bawakan oleh-oleh. Apa kau juga ikut Kai?"
"Tidak Kaa-san. Aku ingin menemani Sakura saja."
"Oke, kami pergi duli." Pamit keduanya.
"Hati-hati." Balas Kai dan Sakura.
-Sakura'sRoom-
Sakura kembali melamun. Ia menatap kearah beberapa maid yang tengah menjemur pakaian. Sesekali ia tersenyum saat para maid itu menyapanya.
"Sakura." Panggil Kai tiba-tiba. Sakura tersentak kaget dan berbalik menatap Kai.
"Ada apa?" tanya Sakura.
"Aku ingin bicara denganmu... Ini tentang Aoi." Jawab Kai dengan nada serius. Sakura memalingkan wajahnya.
"Aku... Tidak peduli dengannya." Balas Sakura lantang.
"Kau yakin?"
"YA!" ucap Sakura tegas. Kai berbalik menuju pintu.
"Baiklah, maaf sudah mengganggumu. Tetapi aku hanya ingin mengatakan... Kalau Aoi hari ini akan bertunangan dengan cewek New York."
"!"
'Blam'
Sakura terhenyak mendengar perkataan Kai. Ia meremas bantal yang berada di pelukannya. Entah bagaimana caranya, hatinya terasa sangat sakit. Ia bangkit dan berlari mengejar Kai.
"KAI!" panggil gadis itu. Tubuhnya terengah. Kai berbalik dan tak dapat menyhembunyikan senyumannya.
"Ya?" Balas Kai kalem.
"TELL ME EVERYTHING!" seru Sakura.
==x==
Waktu sudah menunjukkan pukul tiga pagi. Tetapi Aoi masih terbangun. Ia menatap layar handphone-nya. Di sana terpampang gambarnya dengan Sakura sebagai wallpaper. Jujur ia sangat merindukan gadis itu. Tapi ia tidak tahu bagaimana caranya agar bisa keluar dari tempat ini.
Flashback
"Tou-san, besok-"
"Besok kau akan tetap di New York. Selamanya kau akan tinggal di sini. Biarkan saja semua barang-barangmu yang ada di Jepang." Potong Masato.
"TOU-SAN! Aku tetap ingin di Jepang!" Seru Aoi tidak terima.
"TIDAK! Kalau kau tetap di Jepang, kau akan lari bersama gadis itu! Ayah tidak bisa membiarkannya! Mulai saat ini hingga selamanya kau akan terus tinggal di New York dan tidka akan kubiarkan kau Jepang!" Balas Masato tidak kalah tegas. Aoi memandang kaget Ayahnya.
'Bagaimana ia bisa tahu soal Sakura?' batin Aoi.
Aoi hanya mendecih dan keluar dari ruangan itu. Tidak lupa menyertakan bantingan kecil sebagai salam 'selamat malam' untuk Masato.
Flashback off
.
.
'Sedang apa kau di Italia?Apa Kai menjagamu dengan baik?Aku sedang mendapat situasi tidak menguntungkan disini Sakura.' Batin Aoi. Pandangannya terlihat sendu saat menatap layar kacanya.
==x==
Tepat di luar, di depan kamar Aoi, Kallen bersandar di dinding dengan handphone melekat manis di telinga kirinya.
"Siapkan segalanya besok. Selidiki perempuan bernama Sakura itu. Aku tidak ingin ada penghalang siapapun. Aku akan ke Jepang besok." Ucap Kallen mengakhiri telepon.
Ia menggeser layar handphone-nya menunjukkan foto seorang perempuan cantik bernama Sakura.
"Well hello Sakura-chan. Aku akan segera menyusulmu ke Jepang. Kau tidak akan kubiarkan menghalangiku~"
.
.
.
==TBC==
(1) Selamat Pagi
(2) Selamat Pagi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar