Fandom [s]: the GazettE
Pairing [s]: AoixOC, and maybe some 'BL'
Warning: OOC (of course), typo [s], a little bit Boys Love. If you don't want that, please click 'back' button 'cause I don't want hear/see any FLAMES~ n_nv
Enjoy!
Previously on "Smile, Aoi-kun!"
"MAAF? Aku tidak terima maaf. Aku harus kembali ke New York besok! Si tua Bangka itu mulai memaksaku. Aku tidak mau tahu pokoknya kalian harus bisa membuatnya tidak bisa keluar rumah!" gertak Kallen kesal. Ia meremas foto Sakura yang diambil secara candid.
'Aku serius dengan ucapanku waktu itu, Sakura Adeleine!'
==x==
Sakura menutup mata dan membukanya lagi. Ia melihat Uruha dengan celana pendek duduk dengan santai sambil membaca majalah. Ia juga menemukan Ruki, Reita, Tora dan Hiroto asyik bercanda. Sementara Saga dan Shou main janken pon.
"Kau baik-baik saja? Apa kau pusing?" tanya Nao.
"Aku baik-baik saja." Jawab Sakura.
"Kau yakin? Apa lukamu sudah baikan?"
"Iya Nao-san. Aku baik-baik saja. Mana Kai?" tanya Sakura.
"Aku di sini." Jawab Kai sambil mengelap tangannya dengan handuk.
"Darimana?"
"Toilet. Mencuci tangan." Kai kembali duduk di sebelah Sakura.
"Apa kau yakin ini akan berjalan lancar?" bisik Sakura terlihat ragu. Kai tersenyum dan menepuk kepala gadis itu.
"Yeah. Aku sangat yakin, kau masih meragukanku?" balas Kai.
"Kalau aku meragukanmu aku tidak akan ikut ke New York."
Flashback
"Sakura, ikut kami New York hari ini. Kita sudah terlambat. Kallen tiba di New York beberapa jam yang lalu. Ia sudah tidak ada di Jepang. Hari perkawinan Aoi tinggal tiga hari lagi." Ucap Kai.
"WHAT? NEW YORK?"
"Apa perlu kuulangi?" kali ini Saga yang bicara.
"T, tidak. Hari ini?"
"Yup. Kita bersepuluh akan pergi ke New York hari ini jam tiga."
"Apa yang kau rencanakan?" tanya Sakura pada Kai.
"Tidak ada. Mungkin menculik Aoi." Jawab Kai enteng.
"WHAT THE-? Kita ke New York tanpa persiapan apapun?"
"Yah, rencana bisa diatur nanti. Kallen pasti kalah. Kita bersepuluh dia hanya satu."
"Terserahlah."
Alahasil mereka pergi ke New York. Tiket pesawat didapatkan dengan mudah berhubung orang tua Sakura, Kai dan Saga adalah orang penting
Flashback Off
==x==
Aoi dan Kallen sekarang berada di sebuah butik khusus pengantin langganan Kallen. Aoi terlihat sama sekali tidak tertarik ketika Kallen menyuruhnya mencoba beberapa setelan. Sementara Kallen malah terlihat menikmati dan asyik sendiri mencoba wedding dress.
"Aoi, mana yang cocok untukku?~" tanya Kallen.
'Tidak ada yang cocok untuk orang sepertimu.' Batin Aoi. Aoi hanya asal tunjuk sementara Kallen sedikit cemberut.
'Lebih baik aku mendengar ocehan Sakura atau melihat Ruki dan Reita yaoi'an daripada melihat Kallen complain dan mencoba baju.'
Setelah selesai, mereka menemui Ayah Kallen. Aoi berusaha bersikap 'sedikit' sopan pada pria itu. Kallen sepertinya sangat dimanja oleh keluarganya. Terbukti dengan sekali Kallen berkata Ayahnya langsung menuruti. Kallen tengah memilih-milih kue pernikahan ditemani Ayahnya.
"Mana yang menurutmu bagus Aoi?" tanya Kallen lagi.
"Err, maaf Kallen, aku tidak terlalu suka makanan manis." Jawab Aoi.
"Ah, kalau itu gampang! Kami akan membuatkan kue yang tidak terlalu manis." Ucap Ayah Kallen. Pria ini sebenarnya baik dan ramah dan Aoi tidak menyangkal bahwa ia cukup nyaman bersama pria itu.
"Terima kasih, maaf sudah merepotkan anda." Balas Aoi sopan.
Kallen langsung bergelayut manja pada Ayahnya dan mereka berpamitan.
"Kita mau kemana lagi Kallen?" tanya Aoi kesal. Ia sudah cukup lelah berjalan seharian ini.
"Aku ingin berbelanja lagi~ Temani aku!" jawab Kallen seenaknya. Aoi tampak sangat dongkol dan hanya bisa menuruti gadis super manjanya itu.
'Aku bersumpah lebih baik menunggu Sakura pulang terlambat kerja daripada harus belanja dengan Kallen!' umpat Aoi.
==x==
Rombongan Jepang itu sudah tiba di New York. Hari masih siang di belahan bumi ini. matahari terasa cukup hangat meski udara juga cukup menusuk. Sakura menggesekan kedua tangannya untuk mendapat kehangatan.
"Kedinginan?" Tanya Kai.
"Lumayan. Kita tinggal di mana?"
"Rumah Papa yang di New York. Jangan-jangan kau juga baru tahu Papa punya rumah di sini?"
"I, iya. ayo cepaaat! Aku tidak tahan dingiiiiiinn!" rutuk Sakura. Kai mengangguk dan kembali mencari sopir yang juga sudah menjadi teman dekatnya.
'Bingo!'
"Hei, AGGY!" panggil Kai pada seorang pemuda bertampang lumayan seram yang lebih tua dua tahun dari Kai.
"Hello." Balas yang dipanggil Aggy.
"Ayo, kita segera ke rumah." Ajak Kai pada teman-temannya.
=Kai's House=
Sakura kembali melamun. Ia menatap kalender yang ada di depannya. Matanya terasa sembab mengingat ia akan kehilangan Aoi. Ia terduduk di lantai yang dingin. Gadis itu memeluk kedua kakinya, membuat matanya makin meneteskan air mata.
'tok tok tok'
"Sakura? Ayo makan. Kau belum makan siang 'kan? Aku dan Hiroto sudah membawakan makanan untukmu." Panggil Shou. Sakura cepat-cepat menghapus air matanya.
"T, taruh saja di depan pintu nanti aku ambil."
Tidak, ia tidak bisa menunjukkan wajah sedihnya di hadapan mereka. Ia takut membuat Hiroto dan Shou makin khawatir. Setidaknya ia harus tetap terlihat tegar di mata mereka. Tetapi Shou tahu Sakura tidak 'baik-baik' saja. Shou membuka pintu itu dan mendapati Sakura yang tengah menyeka air matanya. Hiroto segera meletakkan nampan berisi makanan dan mengekor mengikuti Shou yang sudah duluan menghampiri Sakura.
"A, ada apa? Apa kau sakit?" tanya Shou agak panik.
"Tidak Shou-san…. Aku baik-baik saja. Sungguh!" jawab Sakura. Shou mengerti dan memeluk Sakura, begitu juga dengan Hiroto. Mereka bertiga berpelukan layaknya teletabis *salah*.
"Ssst, jangan menangis Sakura-chan. Kita pasti bisa mendapatkan Aoi kembali." Hibur Hiroto. Sakura mengangguk.
"Positive thinking saja." Timpal Shou. Sakura melepaskan pelukan mereka.
"Terima kasih." Balas Sakura. Gadis itu kembali tersenyum.
"Kalau kau butuh sandaran, kami siap menopangmu."
"Kau tidak sendiri Sakura-chan." Hiroto dan Shou tersenyum.
"Sakura? Aku, Tora dan Saga mau sedikit berbelanja. Kau ikut?" Ajak Kai. Sakura mengangguk antusias.
"Kai, ini sudah sore. Apa tidak sebaiknya besok saja?" ucap Hiroto.
"Tidak apa-apa Hiroto-kun, aku ingin sedikit refreshing." Balas Sakura.
"Oke, aku tunggu di bawah. Setelah kau selesaikan makanmu."
Sakura dengan lahap memakan makan siangnya ditemani Hiroto dan Shou. Setelah itu ia berganti pakaian dan berlari menuju lantai satu. Ia mendapati Kai, Tora dan Saga sudah siap dengan style mereka.
"Kita naik apa?" tanya Sakura.
"Mobil. Aggy yang akan mengatarkan kita."
"Yosh! Ayo~"
-Shopping center-
Kai tampak memilih beberapa pakaian yang menarik perhatiannya. Mungkin yang dibilang menari perhatian adalah keempat orang ini. Tora hari ini memakai sweater abu-abu dengan model turtle neck dan jeans hitam. Sederhana memang tapi keliarannya semakin terpancar *lol*. Saga memakai kaus putih polos yang dilapisi cardigan hitam dan scarf merah terang.
Sementara Kai memakai kemeja hitam dan jeans dengan dihiasi beberapa aksen rantai. Dan tidak kalah menarik, Sakura terlihat tomboy dan cheerful. Gadis itu menguncir kuda rambutnya dan memakai topi. Ia hanya memakai kaus lengan pendek dan celana jeans 3/4 .
"Sudah beluuuuum?" tanya Sakura. Kai berbalik dan tersenyum penuh arti.
"Bagus yang mana?" Kai balik malah bertanya. Ia memperlihatkan jaket hitam dengan hoodie berbulu abu-abu dan jaket tanpa lengan yang cukup menarik berwarna abu-abu.
"Yang hitam." Jawab Sakura.
"OK~" balas Kai bersemangat.
Sementara Tora dan Saga sibuk memilih beberapa pakaian yang sepertinya ukurannya lebih kecil dari tubuh mereka. Pakaian yang kelihatan imut tetapi untuk laki-laki.
"Yang ini bagus?" tanya Tora.
"Cocok! Gimana kalo ini?" balas Saga sambil menunjukkan baju lengan panjang dengan leher model Sabrina dengan warna biru donker.
"Bagus juga, sekushi begitu." Ucap Tora.
"Kalian pilih baju untuk siapa sih?" tanya Sakura akhirnya.
"Hiroto dan Shou." Jawab mereka kompak. Sakura hanya bisa sweatdrop dan menutup wajahnya dengan satu tangan. Tiba-tiba Sakura melihat penjual eskrim dan tertarik untuk membelinya.
"Kai-nii, aku beli itu ya." Pamit Sakura sambil menunjuk penjual itu.
"Aku ikut." Ucap Saga.
"Hati-hati ya."
"Yup."
==x==
Jalanan Shopping Center saat itu tidak terlalu ramai. Kallen masih asyik memilih beberapa baju sementara Aoi hanya menguap lebar. Tetapi sedetik kemudian, mata Kallen tertuju kepada sepasang anak muda yang berjalan menuju penjual es krim.
Mata Kallen berkilat penuh arti. Ia keluar dari toko memanfaatkan kelengahan Aoi. Mata Kallen sudah cukup terbutakan dengan ambisi untuk menyakiti Sakura. Kallen mengeluarkan Cutter yang sangat tajam dari tas tangannya. Dengan perlahan agar tidak diketahui targetnya ia mendekat. Sakura tampak menunggu Saga yang memesan empat eskrim.
" Rasa apa?" tanya Saga.
"Kai tadi minta rasa mayones. Ada ga?" canda Sakura.
"TENTU SAJA TIDAK ADA!"
"Ahahaha iya-iya, Kai minta rasa cokelat. Aku raspberry mix saja. Tora-san minta vanilla kalau tidak salah."
Ketika keduanya sibuk bercanda, Kallen yang saat itu mengenakan topi dan coat berbulu berjalan mendekati keduanya dan hanya terpusat pada satu orang: Sakura.
Sakura tertawa kecil saat berhasil menggoda Saga. Tepat ketika si penjual akan memberikan pesanan mereka, Kallen datang menerjang dengan perlahan.
'Untuk hari ini dan selamanya, Adeleine.'
'JLEB! CRASH!'
"...!"
.
.
.
.
==TBC==
Tidak ada komentar:
Posting Komentar